• Main Blog
  • Get a Blog
  • Random Blog
mangkamil

Yang bisa bikin dag-dig-dug

  • Home
  • gado-gado
  • Opiniku

17

Jun

Ma Kupoh Temple

Posted by mangkamil  Published in Uncategorized

Sekarang

Aku tak berdiri di depan kuil itu,

Tidak juga di dekatnya atau di selilingnya.

Cuma pikiranku yang mengembara ke sana,

Menapaki lantainya dan membaui hio yang terbakar. 

[seharusnya kau ada di sini

Berada di sampingku,

hingga tercium bau rambutmu,

Dan kurasai halusnya kulitmu.

“Masih kau tanam melati di pekarang rumah mamamu?” tanyamu.

Seperti biasa,

aku tak mampu menjawab,

Hanya ku kecup jari tanganmu] 

Lalu

Kuhampiri tiang besar dengan cat merah yang berdiri kokoh.

Gambar liong yang melingkar tak menarik perhatianku.

Pun altar di depan sana tak sanggup menggodaku.

Pada sebuah lantai yang pecah kutemukan sebuah tulisan:

“Tak pernah lelah aku menantimu,

Tapi maut tak mau memberi waktu lagi.” 

[seharusnya kau di sini,

Melahirkan anak-anak kita, yang lucu-lucu, cantik-cantik, dan tampan-tampan.

Pagi ini–ketika anak-anak kita masih tertidur—

Kau bertanya padaku,“Masihkah kau ingin anak yang cantik atau tampan?”

Seperti biasa,

aku tak mampu menjawab

Hanya raga dan rasaku berguncang dasyat.] 

Tadi

Aku keluar dari kuil itu,

Halamannya terasa punya makna bagiku.

Sebuah kursi kosong dan meja tertatap mataku.

Kue onde kesukaanku, hangat dan manis tersaji di sana.

Seorang bikhuni menghampiriku,

“Maaf, dia tak mau melihatmu lagi”

Tiba-tiba sebuah cahaya meredup di sana. 

[“Seharusnya kau di sini,” katamu.

Tapi aku tak pernah paham.]  

—————Rawamangun, 10 Juni 2008

Berbagi

no comment

17

Jun

puisi2 cinta

Posted by mangkamil  Published in Uncategorized

JOURNEY TO MARUNDA BEACH

Satu-dua bintang di atas kepala kami.

Jalan tak terasa: berdebu atau berbatu?

Pekat sekitar kami.

Sorot lampu motor ke depan.

Sibakkan gelap, terobos kehampaan.

Erat kau peluk diriku, dan sebuah lagu kau nyanyikan mesra. Hatiku meluap gembira.

Di suatu tempat, aku hentikan motorku.

Hanya ada aku dan dia.

 “Gerhana di langit. Bulan dipangut matahari ataukah matahari dipangut bulan? Sunyi meliputi. Angin melirih.” 

Melaju lagi kami.

Ke arah lain, bukan jalan yang kami kenali.

Kami balik arah.

Tak tahu berapa waktu yang terpakai.

Cuma terasa sedikit.

Akhirnya tiba di sebuah rumah.

 “Kembali kami tersesat jalan ke pantai marunda!”  

rawamangun 10

Berbagi

no comment

23

Apr

Serba-Serbi

Posted by mangkamil  Published in Uncategorized

sebuah senja bukan apa-apa jika tidak ada engkau

dan engkau adalah apa-apa yang pernah suka senja

Berbagi

no comment

23

Apr

Puisiku

Posted by mangkamil  Published in Uncategorized

SEBUAH HIMNE

By Insan Purnama

 

Bundaku,

ingin kutanyakan padamu,

telah aku warisi kecantikan wajahmu,

tapi bisakah aku miliki kecantikan hatimu?

Lelah, tentu saja kau rasakan, ketika kau asuh diriku.

Namun, aku tidak pernah mendengar keluh kesahmu.

Padaku selalu kau berikan senyum termanis,

padahal aku telah nakal meretakkan hatimu.

 [“Ibu, kapan kau tidur?” tanyaku.“Sebentar lagi, Nak, setelah jahitan ini selesai,” jawabmu sambil kau selimuti diriku, di suatu malam ketika bulan membiru kedinginan.] 

Bapakku,

aku tahu kau selalu berusaha menaklukkan waktu.

Sedikit waktumu istirahat, gurat lelah pada wajahmu sulit dihitung.

Namun, kau selalu saja pulang

dengan membawa senyum sehangat dan senyaman matahari pagi

hingga kami di rumah kembali cerah bagai kupu-kupu yang berlarian pada bunga.

 [“Bapak, kapan akan tidur?” tanyaku.“Sebentar lagi, Nak, setelah jahitan ibumu selesai ” Jawabmu sambil kau elus kepalaku,di suatu malam ketika bintang-bintang tercemari awan.] 

Mamaku, lihatlah!

Telah aku selesaikan apa yang kuharapkan,

berdiri tegak di bawah panji-panji kebijakan dan mata air kehidupan,

tapi aku akan selalu belajar padamu, memaknai hidup dengan cinta

dan menyemaikannya dengan kasih sayang.

 [“Mama, kapan akan tidur?” tanyaku.“Sebentar lagi, Nak, setelah dongeng ini menidurkanmu,” jawabmu sambil kau usir seekor nyamuk dari tangankudi suatu malam ketika sebuah bintang jatuh tak kusadarimengiringi doaku.] 

Papaku, lihatlah!

Aku telah berhasil melewati luasnya sungai dambaan,

meraih akar harapan, dan mencicipi puncak tujuan.

Namun, aku akan selalu belajar padamu,

menaklukkan waktu, menghangatkan rumahku.

[“Papa, kapan akan tidur?” tanyaku.“Sebentar lagi, Nak, setelah ibumu selesai mendongeng untukmu,” jawabmusambil kau ajak aku membaca doa untuk tidur,di suatu malam ketika ribuan malaikat tak kusadari turun ke bumi.] 

[Nak, sekarang maukah kau kudongengkan tentang Pangeran dan Putri?

Baiklah. Zaman dulu kala ada Puteri yang cantik jelita

sedang mendengarkan dongeng dari ibunya….]

  

—–

Kenari II, 28 Februari 2008 

Berbagi

no comment

22

Apr

Hai, mangkamil di sini!

Posted by mangkamil  Published in Uncategorized

Berbagi

no comment

22

Apr

Selamat Datang! Anda bertemu Mangkamil!

Posted by mangkamil  Published in Uncategorized

Banyak cerita di sini! Banyak motivasi di sini! Banyak tip-tip menarik di sini!

Berbagi

1 comment

Search

About

This is sitename and some description about your self here...

Categories

  • Uncategorized (6)

Archives

  • June 2008 (2)
  • April 2008 (4)

Blogroll

  • gogle
  • kabar indonesia
  • WordPress.com
  • WordPress.org
  • yahoo

Pages

  • Opiniku
  • gado-gado

Meta

  • Login
  • Main Entries Rss
  • Comments Rss
December 2008
M T W T F S S
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Recent Post

  • Ma Kupoh Temple
  • puisi2 cinta
  • Serba-Serbi
  • Puisiku
  • Hai, mangkamil di sini!
  • Selamat Datang! Anda bertemu Mangkamil!

Recent Comments

  • Mr WordPress in Selamat Datang! Anda bertemu Mangkamil!
© 2007 mangkamil
Theme by Wired Studios, courtesy of Corvette Garage
Valid XHTML | Valid CSS 3.0
Powered by Wordpress
  • Main Blog
  • Get a Blog
  • Random Blog